Wisata Embulan Boroq Dewi Anjani Tempat Liburan Favorit Warga Lombok

Quicknews.id Lombok NTB—Langit Desa Anjani terang sekali pagi itu, awan tipis bergeser pelan se-olah menaungi para pengunjung yang berdatangan, Pria berbadan tegap memberi kode kepada para pengunjung yang menggunakan kendaraan untuk memarkir di tempat sudah Ia sediakan.

Sepeda motor berjejer rapi, memanjang dari timur ke barat, bak ikan laut yang sengaja dikeringkan dipelataran.

“Pak berapa bayar parkir?” Tanyaku dengan suara rendah.

“Dua ribu, tapi bayarnya nanti ya” sahut tukang parkir itu tergopoh-gopoh sambil membetulkan posisi kendaraan.

Lanjut, saya melangkah ringan menuju loket pembelian tiket, yang berada di samping kanan palang pintu, kebetulan tak jauh dari area parkir motor.

Dinding loket terpampang informasi singkat, harga tiket anak-anak Rp. 3000 dan Dewasa Rp. 5000, tulisannya seperti itu. Saya langsung merogoh kantong dan menyodorkan uang pas pecahan 5 ribuan tanpa perlu bertanya, uang itu se-ingatku baru saja keluar dari Bank.

Di-depan pintu masuk wisata, ada tiga Pemuda bertubuh sesampai berjaga-jaga, tugasnya hanya merima tiket sepotong kertas kecil dari pengunjung, lalu disobeknya dan dimasukan ke dalam bak sampah yang ada di-dekatnya, sebagai penanda tiket hanya berlaku sekali saja.

“Asslaamualalaiqumwrwb… Ada pak ketua pengelola wisata?” Tanyaku mengawali pembicaraan.

“Oh ya saya sendiri, ayo silakan duduk bang” jawabnya spontan.

Saya duduk dikursi plastik, diatas meja sudah ada sepring rujak buah jambu kristal campur kriuk kacang asin dibalut susu coklat kental manis, saya perknalkan diri dan menjelaskan maksud kedatangan meliput suasana liburan di kolam Embulan Boroq Dewi Anjani Kecamatan Surgala Kabupaten Lombok Timur NTB.

Tak lama duduk disitu, Nendi Wahyu nama lengkap ketua pengelola wisata kolam Embulan Boroq Dewi Anjani itu, Ia menawarkan pesanan minuman ke saya.

“Bang, minum teh atau kopi?” tanya Nendi.
“Saya minum kopi aja bang” jawabku singkat.

Kami pun memesan kopi kesukaanku, biasa, kopi susu krimilate, itu saja.

Selang 5 menit, kopi pesanan tiba. Pasangan muda-mudi, ibu-ibu, juga anak-anak, tua dan dewasa, berdatangan, suara wisatawan ramai menggantung di udara.

Tak jauh dari tempat dudukku, kerumunan terdengar jelas, rombongan dari Lombok Utara, ayo serahkan tiket masuk ke petugas.

Dina Lestari 21 asal Kabupaten Lombok Utara berbagi pengalaman, dirinya mengaku takjub dengan kebersihan kolam Embulan Boroq Dewi Anjani, mereka datang jauh-jauh dari Lombok Utara hanya untuk menikamti udara segar dan tempatnya yang bersih.

“Saya takjub tempat pemandianya higienis, udaranya seger terus air bener-bener bersih, suka sekali” ucapnya takjub.

Ia sangat merekomendasikan bagi masyarakat Lombok yang suka berlibur dengan nuansa kolam air asli dari mata air Embulan Boroq, fasilitasnya juga lengkap, cukup memadai, airnya juga bersih, tempatnya sangat nyaman, berugaknya banyak, cocok sekali buat liburan keluarga.

“Saya sangat merekomendasikan buat masyarkat Lombok yang suka berlibur ke kolam, ayo kesini aja” pintanya.

Kembali ke Bang Nendi, Pria berambut panjang itu, sesekali mengangkat mic lalu mendekatkan diujung bibirnya dan memberikan himbauan keselamatan melalui pengeras TOA kepada pengunjung menggunakan bahasa resmi dengan intonasi khas customer service, bagai berada di ruang tunggu Bandara.

Lelaki kulit hitam manis itu meminta saya meneguk kopi yang masih panas.

“Ayo bang minum kopinya” ucpanya sambil mengedarkan pandnganya mengawasi para pengunjung.

Susana sudah mencair, kami pun memulai mewawancarai Bang Nendi seputar suasana liburan di Kolam Embulan Boroq Dewi Anjani.

Nendi mulai menjelaskan. Sejak wisata Ebulan Boroq Dewi Anjani mulai beroprasi sekitar tahun 2021, kolam bediri diatas tanah Pecatu, baru terpakai sekitar 60 Are, mulai buka Jam 8:00 Wita sampai Jam 5 Sore, fasilitas wisata yang di sediakan, ada empat kolam, ada dua kolam untuk dewasa dan dua kolam lainya untuk anak-anak lengkap dengan prosotanya.

“Air kolam tanpa kavorit bang, setiap sore, pas pengunjungkan sudah sepi, kami berishkan, kolamnya tetap bersih” ucapanya Minggu 6 April 2025.

Kemudian fasilitas lain, ada 21 berugak atau gazebo yang di-sediakan, tidak dipungut baiya, semua gratis untuk para pengunjung yang mau beristirahat sambil menikamti liburan bersama kelurganya.

“Kami juga menyediakan tempat ibadah, Musholla bisa menampung 100 orang, ada tempat wudhu, kamar kecil sekaligus ruang ganti pakaian, fasilitasnya kita maksimalkan” sebutnya.

Tarif parkir untuk kendaraan roda dua Rp. 2000, roda empat Rp. 5000, sementara untuk tiket masuk pengunjung, usia anak-anak dihargakan Rp. 3000, Dewasa Rp. 5000 saja.

“Paling banyak pengunjung, usia anak-anak, misalakan satu orang tua bisa membawa enam orang anak” ungkapnya.

Di-sini juga tersedia WiFi bagi pengunjung yang mau bersantai sambil menikmati layanan internet bisa langsung membeli voucher di lapak pedagang yang ada di dalam.

“Penunjung datang dari berbagai daerah, ada yang dari Mataram, Lombok Barat, malah ada yang dari Lombok Utara datang kesini” ucapnya.

Hari-hari biasa, Senin hingga Jum’at tiket rata-rata terjual sekitar 300 sampai 500 lembar karcis, khusus hari Sabtu dan Minggu tiket bisa laku 700 karcis hingga Se-ribu.

Biasanya di bulan Juli dan Agustus pengunjung agak kurng karena masyarakat sedang mempersiapkan hari Kemerdekaan RI.

“Pas libur panjang seperti libur lebaran, lonjakan pengunjung meningkat 3 kali lipat dari hari baisa, tiket tembus sampai 2 Ribu lebih” jelasnya.

Pengelola membebaskan wisatawan membawa makanan sendiri dari luar.

Pelepah pohon palem melambai ditiup angin, kesibukan para pengunjung keluar masuk membeli makanan, lapak pedagang UMKM berbaris di depan pintu masuk, mereka menjual berbagai jenis makanan dan minuman siap saji, seperti es teh, kopi, gorengan, rarit jeroan, batagor dan aneka macam mainan anak-anak, ramai sekali.

Kakek tua terlihat letih bersandar di batang pohon palem masih menunggu pembeli balon dagangnya.

Siapa saja boleh berdagang disini, asalkan mematuhi aturan tata tertib yang ada, seperti menjaga sampah disekitarnya dan bersedia membayar sewa tempat sebesar Rp. 5 Ribu sehari.

Hajatan Pemdes Anajni dibangunkan kolam wisata Embulan Boroq Dewi Anjani ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat, manfaatkan sebaaik-baiknya, disinilah tempat mereka mencari nafkah.

“Sistem jualan kita disini, pedagang yang cari pembeli atau menawarkan makanan, mpesanan terima ditempat duduk, full service bang” jelasnya.

Ketua pengelola wisata menghimbau kepada seluruh tamu kolam Embulan Boroq untuk tetap menjaga keselamatan diri karena kondisi ramai terakhir selalu menjaga kebersihan.

Harapan kedepan, semoga kolam Ebulan Boroq semakain ramai dikunjungi, semakin banyak peminat yang datang bersantai, berlibur, karena para pedang dan pekerja disini mereka membiayai sekolah anak-anaknya sumber pendapatan dari wisata ini. (bur*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.