quicknews.id Lombok Timur NTB—Langkah SMKN 3 Selong Lombok Timur NTB untuk mencapai pembelajaran yang optimal terhadap peserta didik sesuai dengan motto Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKa) dengan menerapkan pembelajaran berbasis Teaching Factory (TeFa).
Kepala SMKN 3 Selong Ruslan S.T., M. Pd saat ditemui diruang kerjanya menjelaskan, sistem pembejaran berbasis Teaching Factory adalah susana pembelajaran di indusrti contoh di Jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) bagaimana pelayanan kerja diperbengeklan, itulah yang diajarkan di sekolah.
“Kita menerapkan sistem pembelajaran TeFa disemua jurusan, harusnya” ucapnya Kamis, 11 Desember 2025.
Sebagai contoh, bentuk kemitraan pihak Astra Honda Honda (AHM) Mataram dengan sekolah, mereka yang menyediakan peralatan langsung untuk mendukung pembejaran siswa di sekolah.
“Ketika waktunya siswa ganti onderdil Oli motor, pihak AHM Mataram bawa Oli ke sekolah” jelasnya.
Kolaborasi dengan industri pasangan kita, seperti Astra Motor Honda tetap terjalan dengan baik.
Termasuk Guru Tamu (GT) mengajarkan bagaimana kegaitan pelayanan di AHM Mataram itu yang diajarkan di sekolah.
Guru tamu memberikan semacam pembelajaran ke peserta didik dan disesuaikan dengan kurikulum yang ada di sekolah.
“Apa yang diservice di Honda itu yang kita ajarkan di sekolah” tegasnya.
Siswa harus memiliki kompetensi perbaikan mesin dan pemeliharaan termasuk service Sepada Motor tidak hanya Honda, tetapi untuk semua merk.
Projek perbaikan mesin Sepeda Motor diberikan kepada siswa alat untuk memperbaiki mesin Honda, tidak menutup kemungkinan pada prinsifnya semua kerja mesin Sepeda Motor itu sama.
“Pada prinsifnya kerja mesin itu semua sama tidak hanya Honda tapi semua merk, jadi kita belaki pembelajaran seperti itu” jelasnya.
Sehingga tujuan SMK itu menciptakan tenaga kerja yang terampil sesuai dengan bidangnya masing-masing bisa tercapai.
“Semoga banyak lulusan SMKN 3 Selong yang bekerja dengan keahliannya dan terserap sesuai dengan bidangnya” harapnya. (bur*)