Sambut Hardiknas, BEM IAIH Pancor Gelar Seminar Internasional

quicknews.id Lombok Timur NTB—Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor menyelenggar seminar Internasional dengan tema “Transformasi Pendidikan Islam di Era Digital Menuju Sumber Daya Manusia yang Berkarakter Maju di Asia Tenggara” Kegiatan tersebut dilangsungkan di Auditorium IAIH Pancor, Rabu 7 Mei 2025.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Idawati, M. Pd, dalam sambutanya menyampaikan beberapa poin penting terkait dengan tantangan dan peluang dunia pendidikan Islam di Asia Tenggara dalam merespon Teknologi Informasi di Era Digital ini, antara lain fenomena tantangan ganda yang dihadapi yaitu antara Tradisi dan Modernitas.

Hal penting yang dipertanyakan adalah, bagaimana Pendidikan Islam dapat mempertahankan inti etikanya sambil memanfaatkan kemajuan digital untuk memberdayakan generasi penerus. Dijelaskan, bukan terletak pada penolakan teknologi, tetapi berfokus pada integrasi strategis yang harus diutamakan.

Kegiatan akademik bertarap internasional ini, IAIH Pancor mengundang secara virtual, dua narasumber dari luar negeri yaitu Prof. Madya Dr. Mokmin Basri dan Dr. TGH Husen Bin Haji Yusuf Malee, masing-masing dari Fakultas Multimedia Creative dan Komputer, University Islam Selangor Malaysia dan Mudir Ma’had Darul Muslim Witya Nasa Mayo, Pattani Thailand.

Sementara itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Hubungan Masyarakat, Dr. H. Abdul Hayyi Akrom, M.M. Pd, memaparkan transformasi dan dinamika kelembagaan Pendidikan Islam dalam konteks sejarahnya yang panjang, mulai system halaqah, sekolah kedai buku, salon sastra dan lain sebagainya.

Selanjutnya, Dr. TGH Husen Bin Haji Yusuf Malee sebagai pembicara pertama menyampaikan, bagaimana pengalamaan penyelenggaran Pendidikan Islam di wilayah Pattani, Thailand. Selaku praktisi Pendidikan Islam di Thailand, beliau menekankan inti dari peneyelenggaraan Pendidikan Islam dalam seluruh tingkatannya yang fokus pada bidang Tauhid, Akhlaq dan Al Qur’an dan Hadits.

Terakhir, Prof. Madya Dr. Mokmin Basri sebagai pembicara kedua lebih terkonsentrasi pada pengalaman perkembangan teknologi informasi di Malaysia, sebagai seorang expert di bidang Teknologi Informasi beliau menggarisbawahi fenomena transformasi perilaku dan pola pikir Gen-Z, terutama dalam proses pembelajaran itu sendiri.

”Kerajaan Malaysia menyediakan infrastruktur seluas-luasnya untuk pengembangan devices yang memungkinkan peningkatan kualitas Pendidikan di Malaysia” ucap Prof. Madya Dr. Mokmin Basri.

Acara ini salah satu upaya untuk memberikan pengalaman akademik mahasiswa untuk berinteraksi dengan narasumber di bidang teknologi informasi yang menjadi tantangan dan peluang bagi Pendidikan Islam.

“Semoga para mahasiswa sebagai Generasi Z mampu mengeksplorasi kemajuan teknologi informasi dalam meningkatkan skill akademik maupun non-akademik itu sendiri” harapnya. (qn*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.