quicknews.id Lombok Timur NTB – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selong Sandubaya 3 – Kabupaten Lombok Timur, memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi di sejumlah media sosial mengenai dugaan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima penerima manfaat dalam kondisi basi.
Kepala SPPG Selong Sandubaya 3 – M. Ofis Azzama, menegaskan bahwa menu MBG yang didistribusikan pada Kamis (08/01/2026) kepada penerima manfaat kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) berada dalam kondisi baik serta layak untuk dikonsumsi.
Menurut Ofis, menu yang disalurkan merupakan menu khas daerah, yakni ayam rarang bumbu plecing, sayur urap, kacang kedelai, serta buah anggur merah. Seluruh menu tersebut disajikan menggunakan wadah ompreng sesuai dengan standar penyajian yang telah ditetapkan.
“Kami meyakini menu yang kami sajikan masih sangat layak dikonsumsi. Proses penyiapan, pengolahan, hingga pemorsian telah dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” jelas Ofis.
Ia menjelaskan bahwa dugaan kondisi makanan menjadi basi diduga terjadi setelah menu dipindahkan dari wadah ompreng ke kertas bungkus nasi oleh kader posyandu setempat. Pemindahan tersebut, lanjutnya, tidak dilakukan oleh pihak dapur MBG.
“Pemindahan itu murni inisiatif kader posyandu, bukan dari kami. Menu dari dapur disalurkan dalam kondisi baik,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan Kader Posyandu Menteng menyampaikan permohonan maaf kepada para penerima manfaat atas kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa pemindahan menu dari ompreng ke kertas nasi bungkus dilakukan oleh kader posyandu karena penerima manfaat tidak segera datang mengambil makanan.
“Hari itu hujan dan kami menunggu cukup lama hingga berjam-jam, tetapi penerima manfaat belum datang. Karena itu kami berinisiatif memindahkan menu dari ompreng ke kertas nasi bungkus,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai solusi sementara agar makanan tetap dapat dibagikan. Selain itu, ia menyebut tidak semua penerima manfaat mengeluhkan kondisi makanan yang diterima.
“Sebagian besar penerima tidak mengalami masalah. Kemungkinan hanya satu menu saja yang terpengaruh akibat penggunaan kertas nasi bungkus,” pungkasnya.