SPPG Paokpampang Akui Kesalahan dan Sampaikan Permohonan Maaf, Ini Penjelasannya

quicknews.id Lombok Timur NTB — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paokpampang membenarkan adanya menu susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan telah melewati masa kedaluwarsa (expired) saat didistribusikan ke sejumlah sekolah di Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur.

Ketua SPPG Paokpampang, Arjuna, menjelaskan bahwa susu tersebut diterima dari pihak suplayer pada malam hari dan langsung disimpan di dalam freezer. Hal itu dilakukan karena susu yang diterima merupakan susu segar yang tidak boleh disimpan di luar suhu dingin. Ia menyebutkan, saat penerimaan barang tidak dilakukan pengecekan menyeluruh maupun pengepakan ulang karena dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas susu.

“Memang ada yang kami temukan susu itu sudah expired. Susu datang malam hari dan langsung dimasukkan ke freezer untuk menjaga kesegarannya,” ujar Arjuna saat dikonfirmasi, Senin (19/1).

Ia menuturkan, proses pengepakan baru dilakukan oleh relawan pada pagi hari bersamaan dengan menu kering lainnya. Namun pada tahap tersebut, pihaknya mengakui kecolongan karena tidak kembali mengecek masa kedaluwarsa susu sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Kami akui tidak melakukan pengecekan detail karena sudah percaya dengan suplayer. Sebelumnya susu ini juga pernah kami gunakan dan aman-aman saja,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, SPPG Paokpampang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat program MBG. Pihaknya juga menegaskan komitmen untuk bertanggung jawab penuh dengan mengganti seluruh susu yang telah kedaluwarsa.

“Mewakili dapur, kami meminta maaf dan akan mengganti seluruh susu yang expired. Ke depan kami akan lebih teliti dan melakukan pengecekan lebih detail,” tegas Arjuna.

Ia menambahkan, pihak suplayer telah berjanji untuk mengganti seluruh susu yang kedaluwarsa. Selain itu, SPPG Paokpampang memastikan tidak akan lagi menerima produk serupa tanpa melalui pengecekan ketat sesuai prosedur.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Paokpampang, Nur Survian, menilai kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh tim dalam meningkatkan pengawasan, khususnya terkait kualitas bahan pangan dan perhitungan gizi pada setiap menu MBG.

“Kami akan terus berkomunikasi dan berbenah agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekretaris Wilayah BGN Lombok Timur, M. Junaidi, mengingatkan seluruh SPPG agar perencanaan menu dilakukan jauh hari sebelum pelaksanaan. Ia menekankan pentingnya spesifikasi barang yang jelas serta nota pemesanan yang rinci.

“Menu harus disusun lebih awal dan dicatat secara jelas. Nota pemesanan jangan kosong, harus rinci agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.


Leave A Reply

Your email address will not be published.